Latar Belakang

Pelayanan departemen THT dimulai sejak tahun 1950 dibawah pimpinan Prof. dr. Hendarmin Sastrosoepono, dibantu oleh dr. Crame, dr. Nizar. dr. Joesoef, dr. Sigit dan dr. Azhari Rivai, dr. Purnaman S Pandi, dr. Karmini dan dr. J. T. Lembong. Pelayanan rawat jalan, rawat inap dan kamar bedah mulai dapat dilakukan. Sesuai dengan perkembangan pada tahun 1968 di bawah kepemimpinan Prof. dr. Nizar Sp.THT Departemen dikelompokan dalam beberapa divisi, yakni otologi, rinologi-onkologi, laring faring, bronkoesofagologi, dan audiologi. Divisi-divisi tersebut dipimpin oleh dr.Karmini Sp.THT-KL sebagai kepala divisi Otologi, dr. Purnaman S Pandi Sp.THT-KL sebagai kepala divisi Rhinologi dan Onkologi, Prof dr. R. Sigit Koesma Sp.THT-KL sebagai kepala divisi Laring Faring, Prof. dr. Nurbaiti Iskandar Sp.THT-KL sebagai kepala divisi Bronkoesofagologi/ Endoskopi dan Prof. dr. Hendarto Hendarmin Sp.THT-KL sebagai kepala divisi Audiologi (yang merupakan cikal bakal divisi Neurotologi).   Pada tahun 1982 organisasi departemen THT semakin berkembang menjadi 9 divisi yang terdiri dari Otologi, Rinologi, Faringo-laringologi, Bronko-esofagologi/Endoskopi, Neurotologi, Onkologi, Alergi-Imunologi, Plastik Rekonstruksi dan THT Komunitas.